Sejarah Candi Prambanan – Kisah Megah yang Melegenda

Sejarah Candi Prambanan – Kisah Megah yang Melegenda

hiloera.com – Ketika berbicara tentang destinasi wisata bersejarah di Yogyakarta, nama Candi Prambanan hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Bangunan megah yang menjulang tinggi ini bukan hanya memikat karena arsitekturnya yang indah, tetapi juga menyimpan kisah panjang yang penuh sejarah, budaya, hingga legenda yang masih dipercaya masyarakat sampai sekarang. Banyak orang mengenal Candi Prambanan melalui cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Namun, tahukah kamu kalau sejarah Candi Prambanan sebenarnya jauh lebih menarik daripada sekadar legenda? Di balik kemegahannya, candi ini menjadi saksi kejayaan kerajaan Hindu di Pulau Jawa sekaligus warisan budaya yang diakui dunia.

Yuk, kenali lebih dalam bagaimana sejarah berdirinya Candi Prambanan, siapa yang membangunnya, hingga alasan mengapa tempat ini masih menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Jogja!

Sejarah Candi Prambanan Berawal dari Masa Kejayaan Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah Candi Prambanan bermula pada sekitar abad ke-9 Masehi, ketika Kerajaan Mataram Kuno berada dalam masa kejayaannya. Pada periode tersebut, wilayah Jawa berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan yang maju. Pengaruh ajaran Hindu dan Buddha begitu kuat, terlihat dari banyaknya bangunan suci yang didirikan sebagai tempat ibadah sekaligus simbol kejayaan kerajaan. 

Candi Prambanan dipercaya mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, seorang raja dari Wangsa Sanjaya yang menganut agama Hindu. Pembangunan kompleks candi ini kemudian disempurnakan oleh penerusnya, termasuk Raja Balitung, sehingga menghasilkan kawasan candi yang sangat luas.

Tidak sedikit sejarawan yang menyebut pembangunan Candi Prambanan sebagai simbol bangkitnya kekuasaan Hindu setelah sebelumnya Wangsa Syailendra lebih dikenal melalui pembangunan Candi Borobudur yang bercorak Buddha.

Keberadaan dua candi besar tersebut menjadi bukti bahwa Pulau Jawa pernah menjadi pusat perkembangan peradaban yang sangat maju pada zamannya.

Mengapa Candi Prambanan Dibangun?

Banyak wisatawan penasaran, sebenarnya apa tujuan pembangunan Candi Prambanan?

Secara historis, kompleks candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan bagi tiga dewa utama dalam ajaran Hindu atau yang dikenal sebagai Trimurti, yaitu:

  • Dewa Siwa sebagai dewa pelebur.
  • Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara.
  • Dewa Brahma sebagai dewa pencipta.

Di antara ketiganya, Candi Siwa menjadi bangunan paling besar sekaligus paling tinggi, dengan ketinggian sekitar 47 meter. Hal tersebut menunjukkan besarnya penghormatan masyarakat Hindu pada masa itu terhadap Dewa Siwa.

Arsitektur Candi Prambanan yang Masih Memukau Hingga Kini

Salah satu alasan mengapa wisatawan selalu kagum saat mengunjungi Candi Prambanan adalah desain arsitekturnya yang sangat detail.

Kompleks ini memiliki lebih dari 200 bangunan candi, meskipun tidak semuanya masih berdiri utuh akibat gempa bumi dan usia bangunan yang telah mencapai lebih dari seribu tahun.

Bangunan utama terdiri atas tiga candi besar yang dipersembahkan kepada Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma. Selain itu, terdapat candi pendamping yang dikenal sebagai Candi Wahana, yaitu:

  • Candi Nandi.
  • Candi Garuda.
  • Candi Angsa.

Dinding setiap candi dipenuhi relief yang menceritakan kisah Ramayana dan Krishnayana. Relief tersebut bukan hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga menjadi sumber informasi mengenai kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Legenda Roro Jonggrang yang Melekat dengan Sejarah Candi Prambanan

Membahas sejarah Candi Prambanan rasanya belum lengkap tanpa menyinggung legenda yang paling terkenal, yaitu kisah Roro Jonggrang.

Dalam cerita rakyat, Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang. Namun, sang putri tidak ingin menerima lamaran tersebut sehingga memberikan syarat yang hampir mustahil, yaitu membangun seribu candi hanya dalam semalam.

Dengan bantuan makhluk halus, Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan seluruh candi. Menjelang selesai, Roro Jonggrang bersama para perempuan desa menyalakan api dan menumbuk padi agar suasana terlihat seperti pagi hari.

Merasa gagal memenuhi syarat, Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu sebagai pelengkap candi yang ke-1000.

Candi Prambanan Kini Menjadi Warisan Budaya Dunia

Seiring berjalannya waktu, Candi Prambanan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, tetapi juga mendapat pengakuan dunia. Pada tahun 1991, kompleks candi ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO berkat nilai sejarah, budaya, serta arsitekturnya yang luar biasa.

Status tersebut semakin meningkatkan popularitas Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain menikmati kemegahan bangunan candi, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana yang mengangkat kisah epik Ramayana dengan latar megah Candi Prambanan pada malam hari.

Daya Tarik Candi Prambanan yang Selalu Memikat Wisatawan

Bukan tanpa alasan Candi Prambanan selalu ramai dikunjungi setiap musim liburan. Selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi, kawasan ini juga menawarkan pengalaman wisata yang lengkap untuk segala usia.

Beberapa daya tarik yang membuat Candi Prambanan wajib masuk bucket list liburanmu antara lain:

1. Menikmati Kemegahan Arsitektur Candi

Sejarah Candi Prambanan

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah bangunan candi yang menjulang tinggi dengan ukiran batu yang sangat detail. Setiap sudutnya menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau, sehingga menarik untuk diamati satu per satu.

Saat berkeliling, jangan lupa memperhatikan relief Ramayana yang terukir di dinding candi. Relief ini menjadi salah satu karya seni batu terbaik yang masih terawat hingga sekarang.

2. Berburu Foto dengan Latar Ikonik

Kalau kamu hobi fotografi atau suka mengabadikan momen liburan, Candi Prambanan adalah tempat yang tepat! Hampir setiap sudut kawasan ini menawarkan latar foto yang estetik.

Waktu terbaik untuk berfoto biasanya pada pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Cahaya matahari yang hangat membuat kemegahan candi terlihat semakin memukau.

3. Menyaksikan Sendratari Ramayana

Sejarah Candi Prambanan

Salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan adalah menonton Sendratari Ramayana. Pertunjukan ini menggabungkan tari tradisional, musik gamelan, dan drama tanpa dialog yang mengangkat kisah Ramayana.

Dengan latar Candi Prambanan yang megah, suasana pertunjukan terasa begitu magis dan memberikan pengalaman budaya yang sulit dilupakan.

4. Belajar Sejarah Secara Langsung

Mengunjungi Candi Prambanan bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah Indonesia.

Kamu bisa melihat langsung bagaimana masyarakat pada masa Kerajaan Mataram Kuno membangun kompleks candi dengan teknik yang luar biasa, bahkan tanpa bantuan teknologi modern seperti sekarang.

Baca juga: Tips Foto Aesthetic di Jogja agar Feed Makin Menarik! 

Jelajahi Sejarah Candi Prambanan dan Rasakan Pesonanya!

Sejarah Candi Prambanan bukan hanya menceritakan tentang berdirinya sebuah bangunan megah, tetapi juga menjadi gambaran kejayaan peradaban Nusantara pada masa lalu. Dipadukan dengan legenda Roro Jonggrang, arsitektur yang memukau, serta nilai budaya yang tinggi, Candi Prambanan tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Yogyakarta.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Jogja, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Candi Prambanan dan berbagai destinasi menarik lainnya. Bersama Hi, Loera, kamu bisa menjelajahi keindahan Yogyakarta dengan lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan. Hubungi tim Hi, Loera sekarang juga melalui WhatsApp  untuk tanya-tanya atau menjadwalkan perjalanan impianmu ke Jogja!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *